Membuat Resensi Buku

Oktober 26, 2020

 

Ngainun Naim

 


Seorang anggota sebuah grup WA meminta penjelasan tentang cara membuat resensi buku. Seorang anggota lainnya menjawab agar mengunjungi blog saya karena saya beberapa kali memuat resensi buku. Memang, blog saya berisi—antara lain—resensi buku. Catatan sederhana ini barangkali bisa memberikan sedikit informasi terkait resensi buku.

Jika Anda cermati media massa, baik cetak maupun online, biasanya ada rubric resensi buku, tetapi namanya tidak selalu resensi buku. Ada beberapa nama yang digunakan namun memiliki konotasi yang sama. Ada yang memakai nama resensi buku, review buku, tajuk, rehal, teraju, timbangan buku, mizan, dan beberapa nama yang lainnya. Meskipun namanya berbeda tetapi intinya sama, yaitu membahas tentang sebuah buku.

Bagaimana cara membuat resensi buku? Menurut saya ada beberapa langkah yang penting untuk dilakukan, yaitu: (1) Persiapan; (2) Membaca+mencatat hal-hal yang penting; (3) Menganalisis; (5) Menulis; dan (6) Menyunting.

Pada langkah (1) persiapan, pilih buku yang sesuai dengan minat Anda. Jangan meresensi buku yang tidak sesuai minat. Itu penyiksaan. Memilih buku itu mudah-mudah sulit. Kadang buku yang kita inginkan begitu cepat kita peroleh tetapi saat mulai membaca sudah menemukan kesulitan, apalagi saat membuat resensinya. Bisa juga saat membacanya sulit tetapi saat membuat resensi tidak lagi sesulit membaca. Bisa juga mudah saat memilih, membaca, dan meresensi sulit semua. Dan bisa juga saat memilih, membaca, dan meresensinya mudah semua. Semoga Anda berada di posisi yang keempat.

Setelah buku berhasil Anda tentukan, hal penting yang harus Anda lakukan adalah mencatat identitas lengkap buku; nama penulis, judul buku, kota tempat terbit, nama penerbit, tebal buku, dan ISBN buku. Jika ada harganya, bisa juga dicantumkan. Identitas lengkap buku ini penting artinya sebagai modal saat menulis resensi buku.

Langkah selanjutnya (2) adalah membaca.Bacalah buku secara cermat, nikmat, dan santai. Jangan tegang. Usahakan membaca senyaman mungkin. Bagian demi bagian buku ditelusuri. Jika ada bagian yang penting, tandai dengan stabilo (dengan catatan itu buku milik sendiri). Pahami hal-hal yang tersurat dan tersirat. Cari informasi tentang penulis, latar belakang pendidikan dan pekerjaannya, buku-buku yang pernah ditulisnya, dan hal-hal lain yang dapat memperkaya informasi. Baca kata pengantar secara cermat untuk mengetahui apa, mengapa, dan bagaimana buku tersebut ditulis. Informasi ini penting untuk membangun pra-konsepsi atau pemahaman awal tentang buku. Pemahaman awal ini penting untuk memudahkan membangun pemahaman terhadap keseluruhan isi buku.

Langkah berikutnya (3) adalah analisis. Coba analisis isi buku. Bisakah Anda memperkirakan apa tujuan penulisan buku yang Anda resensi? Informasi apa saja yang Anda peroleh setelah membaca buku tersebut? Kira-kira apa kelebihan dan kekurangannya? Perlu juga dianalisis penyajian dan bahasanya. Tentu disesuaikan dengan kemampuan Anda.

Langkah selanjutnya (4) adalah menulis resensi buku. Isi tulisan resensi biasanya adalah:

·       Judul resensi buku (Maksimal 15 kata).

      Nama penulis resensi

      Identitas buku (penulis, judul buku, kota tempat terbit, penerbit, tahun terbit, jumlah halaman, dan nomor ISBN).

      Kalimat pengantar (buat 2-3 paragraf).

      Jelaskan isi buku. Bisa setiap bab Anda analisis isinya secara ringkas. Bisa juga dengan cara lain. Semakin detail dan banyak, semakin bagus. Jangan lupa kutip beberapa bagian dari buku (terserah berapa pun paragrafnya).

      Sisi menarik atau tidak menarik buku. Juga siapa saja sasaran yang bisa tertarik untuk membacanya (1-2 paragraf)

      Paragraf penutup

Langkah kelima adalah menyunting. Baca kembali naskah yang sudah Anda buat. Cermati kata demi kata, kalimat demi kalimat. Jika ada yang salah ketik, perbaiki. Begitu juga jika ada kalimat yang janggal dan aneh, segera perbaiki.

Biasakan untuk menyunting. Jangan terbiasa selesai mengetik ya sudah. Dianggap menulisnya sudah selesai.

Menulis itu—apa pun jenisnya, termasuk resensi—harus dinikmati. Mungkin selama ini Anda tidak pernah melakukannya, tetapi mulai sekarang biasakan untuk menyunting tulisan Anda. Nanti hasilnya akan berbeda. Tulisan Anda akan jauh lebih mengalir, enak dibaca, dan menarik.

30 komentar:

  1. 👍👍 sangatlah bernas..

    BalasHapus
  2. Syukron tadz ilmunya, bisa diamalkan...

    BalasHapus
  3. Terimakasih bat ilmunya pak... Semoga bapak sehat selalu...

    BalasHapus
  4. Terima kasih. Infonya sangat membantu🙏

    BalasHapus
  5. Tks Pak, langkah yang jelas dan siap untuk dipraktekkan...

    BalasHapus
  6. Ragam tulisan beliau sperti aliran silat, entah sdah berapa banyak aliran silat yang beliau kuasai. Angkat saya sebagai muridmu GURU🙏🙂

    BalasHapus
  7. Terima kasih asupan gizinya Prof...

    BalasHapus
  8. akan saya coba membuat resensi buku Bapak

    BalasHapus
  9. Tips resensi termudah yang pernah saya dapat. Nuwun prof.

    BalasHapus

Diberdayakan oleh Blogger.