Pecah Telur

Agustus 18, 2020

Ngainun Naim

 

Tulisan ini tidak membahas tentang telur yang pecah. Fokus tulisan ini adalah tentang terbitnya sebuah buku karya seorang teman yang kebetulan berada di sebuah grup WA “Ma’arif Menulis”. Anggota grup ini adalah para guru yang berada di bawah naungan LP Ma’arif Tulungagung.

 

WA grup dibuat pada 11 Maret 2020. Jumlah anggota grup saat 53 orang. Tentu dalam perjalanannya ada penambahan dan anggota yang keluar. Saya kira itu dinamika yang umum terjadi di sebuah grup.

 

Saya mendorong anggota grup untuk menulis setiap hari lewat blog yang kemudian dibagi ke grup. Setiap hari selalu saja ada tulisan yang dibagi. Jumlahnya tidak pasti. Minimal sehari lima tulisan. Pernah juga hamper dua puluh tulisan.

Grup ini sudah menerbitkan dua buku antologi. Sekarang sedang menunggu terbitnya buku ketiga. Semangat anggota—meskipun variatif—sungguh menyenangkan.

 

Saya juga mendorong anggota grup untuk mengolah tulisan demi tulisan yang telah diunggah di blog untuk menjadi sebuah buku. Salah seorang anggota, Suprianto, menjadi orang pertama di grup yang mengumpulkan naskahnya menjadi buku. Di belakang Suprianto ada beberapa orang yang sudah siap untuk mengikuti jejaknya.

 

Sebagai mentor di grup, saya sungguh Bahagia. Kepala MI Miftahul Huda Pakisaji Kalidawir Tulungagung ini membuktikan bahwa ia bisa menulis dan menerbitkan buku. Tentu perjuangannya tidak ringan tetapi ia terus konsisten menulis. Saya yakin tahun 2020 ini minimal lima buku bisa terbit, bahkan lebih. Semoga saja bisa terwujud. Selamat untuk Suprianto atas terbitnya buku ini. Pecah telur.

 

IAIN Tulungagung, 18 Agustus 2020

 

26 komentar:

  1. Bagus pak..selamat telah pecah telur

    BalasHapus
  2. Pencapaian yang luar biasa .. selamat pak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Insyaalah akhir bulan buku karya Ibu Etik Rahmawati terbit

      Hapus
  3. Kebahagiaan guru, mentor, dosen, pendidik, fasilitator adalah mengantarkan mencapai tujuan romhongan ahlul ilmi wa ahlul khair, dengan penuh suka cita. Mudah mudahan Allah merahmati majelis2 ilmu yang Bapak bina, menambah kebahagiaan dan mencemerlangkan cahaya ilmu

    BalasHapus
  4. Selamat dan semoga berkah.. Amin.. Mantap.

    BalasHapus
  5. Selamat buat pak suprianto ...
    Pak Naim memang hebat, luar biasa motivasinya utk para guru dalam menghasilkan karya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya biasa saja Bu. Pak Prianto dan kawan-kawan yang luar biasa

      Hapus
  6. Mantap dan jejaknya perlu ditiru. Inspiratif banget. Selamat atas pencapaiannya kagem pak Supriono.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Monggo Pak Sam, bukunya segera diproses. Janji saya masih saya pegang lho. Saya tunggu.

      Hapus
  7. Keren pak Suprianto. Dan hebat motivator no Naginilun Naim.

    BalasHapus
  8. Pingin kapan2 bisa curhat BP Dr.Ngainun Naim sgt menginspirasi

    BalasHapus
  9. Terima kasih prof. Atas semua bimbingannya. Semua menjadi tabungan amal shalih jenengan

    BalasHapus
  10. Perjuangan yg tidak ringan untuk bisa pecah telur...selamat yg sudah bs pecah telur mg manfaat bukunya.

    BalasHapus
  11. Sangat menginspirasi. Selamat Bapak inspirasi literasi kita, Pak Naim. Selamat Pak Prianto...sangat menginspirasi.

    BalasHapus
  12. Mentor yang satu ini memang luar biasa,, Barokalloh Prof Ngainun. Semoga pecah telur kedua dari teman saya (Barit)

    BalasHapus
    Balasan
    1. He he he. Sampean dorong Mas Barit untuk segera menyelesaikan bukunya

      Hapus

Diberdayakan oleh Blogger.