Waktu Menulis

Oktober 09, 2020

 

Ngainun Naim

 


Setiap penulis memiliki waktu produktif untuk menulis. Ada yang menulis saat malam sunyi, ada yang produktif di pagi hari, di sore hari, petang, dan ada yang produktif di banyak kesempatan.

Penulis yang memiliki hasrat menulis yang kuat tentu akan memanfaatkan waktu produktifnya untuk menghasilkan karya yang bermanfaat bagi diri sendiri maupun bagi masyarakat luas. Setiap kesempatan tidak akan disia-siakan. Kesempatan yang ada jangan sampai berlalu begitu saja tanpa meninggalkan jejak manfaat.

Saya sering membaca proses kreatif para penulis produktif. Ada yang menulis puluhan, bahkan ratusan buku. Ada yang telah menulis ribuan artikel. Ada yang nyaris setiap bulan artikelnya terbit. Saya yakin jika mereka yang produktif itu adalah sosok yang memang memanfaatkan waktu yang ada secara baik. Saat orang lain menyia-nyiakan waktu, mereka memanfaatkannya untuk membaca dan menulis.

Para penulis yang sangat produktif saya yakin bisa menulis kapan saja ada kesempatan. Begitu juga dengan ide apa saja bisa ditulis begitu lincahnya, mulai hal sederhana hingga hal rumit-filosofis. Tentu, ini membutuhkan latihan, proses panjang, dan niat yang kuat. Tanpa itu semua, tulisan tidak akan dihasilkan.

Energi menulis para penulis produktif itu harus saya apresiasi tinggi. Semangat menulis mereka benar-benar membuat saya malu sebab sehari menulis satu artikel saja buat saya merupakan sebuah perjuangan yang tidak ringan, apalagi menghasilkan banyak buku. Lewat karya mereka yang sering diposting di jejaring sosial saya belajar untuk bisa bertahan agar bisa menulis, meskipun yang saya tulis hanya hal sederhana. Mungkin juga tidak ada manfaatnya, tetapi setidaknya saya telah menulis.

 

Trenggalek, 9-10-2020

 

 

22 komentar:

  1. Semogs saya bisa jadi bagian yang produktif itu

    BalasHapus
    Balasan
    1. Amin. Bu Kanjeng Insyaallah termasuk di dalamnya.

      Hapus
  2. Berusaha mengalokasikan waktu, tidak menunggu waktu luang...suwun prof

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama-sama Mas. MAri terus merawat semangat menulis. Konsistensi menulis membuat kita menjadi orang yang berbeda. Insyallah.

      Hapus
  3. Selalu saja isi tulisannya memotivasi

    Membuat saya pengin mjd penulis produktif

    BalasHapus
    Balasan
    1. Panjenengan sudah produktif. Mari rawat semangat menulisnya. Jangan kasih kendor Bu. Tapi juga tidak "ngoyo". Istiqamah.

      Hapus
  4. Semoga saya bisa menjadi penulis produktif

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiinn. Jenengan sudah produktif. Mari dirawat dengan konsisten menulis.

      Hapus
  5. Jangan sampai kegiatan yang padat, tidak meninggalkan jejak manfaat. Salam literasi prof.

    BalasHapus
  6. Smg bisa Istiqomah Bapak.Teriam kasih atas penyemangatnya

    BalasHapus
  7. Tetap bermanfaat Pak Doktor Naim, tiada yang sia-sia jejak intelektual Bapak

    BalasHapus
  8. Trmksh motivasinya
    Prof..semoga bisa mengikuti jejak semangat menulis

    BalasHapus
  9. Bpk, bagaimana menjaga agar good mood terus untuk menulis 🙈?

    BalasHapus
  10. Trimakasih pak motifasi dan ilmunya, semoga dengan selalu belajar pada panjenegan saya bisa bisa jadi penulis yang produktif

    BalasHapus

Diberdayakan oleh Blogger.