Enam Peneliti, Enam Wajah Islam Indonesia

Desember 28, 2020

 

Ngainun Naim


 

 

Kajian Islam merupakan bidang ilmu yang saya tekuni sampai sekarang ini. Bidang ilmu ini unik, menarik, dan terus berkembang. Perkembangannya ditandai oleh riset-riset yang semakin subur dari waktu ke waktu.

Sebagai bidang ilmu yang menarik, saya berusaha menikmati bacaan demi bacaan yang berkaitan dengan kajian Islam. Buku demi buku tentang bidang ini biasanya menjadi prioritas untuk saya baca. Begitu juga dengan artikel jurnal yang berkaitan—langsung atau tidak langsung—dengan studi Islam.

Suatu saat saya membaca postingan facebook seorang kolega sesama dosen IAIN Tulungagung, Dr. Zulfatun Ni’mah, M.Hum. Status Bu Zulfa—begitu saya biasa memanggil beliau—cukup inspiratif. Banyak hal yang beliau tulis secara mengalir dan mencerahkan. Kebetulan beliau memposting cover buku dengan judul ISLAM INDONESIA, Dialektika Agama, Budaya, dan Gender.

Saya segera berkomentar. “Buku menarik dan siap meresensi”, tulis saya di kolom komentar beliau. Ternyata rezeki menghampiri. Buku ini dikirim oleh beliau ke ruangan saya. Sungguh saya mengucapkan terima kasih tak terkira atas hadiah buku yang luar biasa ini.

Sebagai tanggung jawab moral, saya membaca halaman demi halaman buku ini. Saya cermati, catat, dan kemudian mencoba membuat resensinya. Sebagaimana janji saya, buku ini memang akan saya resensi. Semoga lolos seleksi di media yang saya tuju.

Buku ini keren. Penulisnya keren. Mereka adalah calon doktor yang lolos seleksi program PIES (Partnership in Islamic Education System). Selama setahun mereka memperdalam pengetahuan dan keterampilan di ANU Australia. Tentu, riset mereka semakin berbobot. Saya yang tidak lolos PIES—bagaimana bisa lolos jika tidak mendaftar—sangat menikmati bagian demi bagian buku ini. Ya, buku ini merupakan kompilasi karya enam peneliti, tentang enam wajah Islam Indonesia. Introduction dari Greg Fealy & Sally White serta Forewod dari Prof. Dr. M. Arskal Salim GP semakin mengukuhkan posisi istimewa buku ini.

 

Trenggalek, 28-12-2020

 

12 komentar:

  1. Sabar menunggu resensinya. Pak Naim.

    BalasHapus
  2. Bukunya mantap pak Naim....dari judulnya saja sudah tertarik ingin membelinya..

    BalasHapus
  3. Assm. Mas Ngainun
    Sy tahun 1989, ketika masih kuliah di Fak. Filsafat UGM sering bolak-balik ke rumahnya The Liang Gie. Kebetulan beliau baru kembali dari Amerika utk studinya, yang kemudian lahir buku Filsafat Matematika.

    Jika berkenan, mengenang kelahirnya, kita adakan Simposium mengenai Beliau.


    Wagiman
    Dekan Fakultas Hukum
    Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta
    e-mail: Wagiman.martedjo@uta45jakarta.ac.id
    hp/wa.087894085912

    BalasHapus
    Balasan
    1. Waalaikumsalam Pak Dekan. Inggih, terima kasih atas informasinya.

      Hapus

Diberdayakan oleh Blogger.