Hagiografi

Desember 11, 2021


 

Ngainun Naim

 

SAYA sedang membaca book chapter menarik yang memuat tulisan Prof. Syafa’atun Almirzanah tentang Ibn Al-‘Arabi. Judulnya adalah “Hermeneutika Ibn Al-‘Arabi dan Konsepnya tentang Keberagamaan Agama”. Book chapter ini dimuat dalam sebuah buku yang mengajak untuk berpikir kritis, yaitu Kitab Suci dan Para Pembacanya (Yogyakarta: Stelkendo, 2019). Pembacaan saya terhenti karena menemukan satu kosakata yang belum saya ketahui artinya, yaitu hagiografi.

Saya segera melacak di kamus Inggris Indonesia, tidak ketemu artinya. Saya kemudian bertanya ke Mbah Google. Saya mendapatkan penjelasan bahwa hagiografi adalah sebuah karya tulis biwayat hidup yang isinya menguduskan tokohnya. Jadi semacam kebanggaan dan sanjungan kepada diri sendiri.

Saya tetiba teringat seorang tokoh yang mungkin memiliki karakter semacam ini. Sejauh yang saya tahu, beliau belum menulis sebuah buku utuh tentang biografi dirinya. Namun beberapa bukunya menginformasikan sebagian dari fragmen hidupnya. Saya tertarik dengan keberaniannya, rasa percaya dirinya, dan mimpi-mimpinya yang luar biasa.

Tentu, pola penulisannya yang cenderung vulgar dan keras tidak jarang memantik kritik dari banyak orang. Namun pengagumnya juga banyak. Mereka yang mendapatkan manfaat dari kerja-kerjanya juga banyak.

Karakter seseorang itu dipengaruhi banyak faktor. Jika ada yang berkarakter sebagaimana tulisan ini, tentu tidak mengapa. Namun jika ada yang berkarakter lembut, juga silahkan. Jika ada seribu orang tentu ada seribu karakter dengan segala kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Tugas kita adalah menghargai dan mengapresiasinya. Itulah jalan harmoni kehidupan.

 

Trenggalek, 11-12-2021

6 komentar:

  1. Tugas kita adalah menghargai dan mengapresiasinya. Setuju Prof... Setiap orang tentu memiliki sisi lebih dan kurang

    BalasHapus
  2. Saya tetiba teringat seorang tokoh yang mungkin memiliki karakter semacam ini. Sejauh yang saya tahu, beliau belum menulis sebuah buku utuh tentang biografi dirinya. Namun beberapa bukunya menginformasikan sebagian dari fragmen hidupnya. Saya tertarik dengan keberaniannya, rasa percaya dirinya, dan mimpi-mimpinya yang luar biasa.

    terima kasih sudah mengingatkan... kadang tak disadari kl nulis sedikit narsis. moga ke depan tidak lagi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sekadar sebagai ikhtiar mengikat makna Pak Guru

      Hapus
  3. Tugas kita adalah menghargai dan mengapresiasinya. Itulah jalan harmoni kehidupan. Njih Mas Doktor

    BalasHapus

Diberdayakan oleh Blogger.