Tulisan Indah dan Kekayaan Bacaan

Juni 01, 2020

Ngainun Naim


Saya bukan pembaca buku tangguh. Biasa-biasa saja. Saya hanya mewajibkan diri untuk membaca 10 halaman saja setiap hari. Ya, hanya sepuluh halaman.

Sebagai kewajiban, saya harus berjuang setiap hari. Di tengah kesibukan harian yang kadang sangat padat, menyisihkan waktu sekadar menyusuri sepuluh halaman itu kadang juga tidak gampang. Tetapi karena sebagai kewajiban, tentu harus diperjuangkan.

Pernah suatu ketika sampai malam hari aktivitas saya padat merayap. Baru menjelang tidur saya punya waktu membaca. Begitulah, sambil rebahan saya membaca. Luar biasa, belum sampai satu halaman saya sudah terlelap. Buku tercecer di bawah kasur. Saya baru menyadarinya pada pagi hari.

Jika ada kesempatan, sepuluh halaman sangat mudah terlampaui. Mungkin saya bisa membaca sampai berpuluh-puluh halaman. Ini bermakna, sepuluh halaman yang wajib sudah terlampaui. Sisanya berarti Sunnah.

Mengapa harus membaca setiap hari? Tentu ada banyak alasan yang bisa dijelaskan. Saya ingin mengemukakan satu saja dalam kaitannya dengan dunia literasi. Membaca membuat saya memiliki modal untuk membuat kalimat demi kalimat.

Menulis itu harus ada yang ditulis. Tanpa kekayaan bacaan, pengalaman, dan renungan maka tulisan yang kita buat akan sulit terwujud. Jika pun mampu membuat kalimat, biasanya kurang indah, sulit dipahami, dan membosankan.

Tulisan ini sesungguhnya merupakan akumulasi dari bacaan demi bacaan yang terus saja saya konsumsi setiap hari. Lewat kebiasaan membaca itulah maka saya bisa membuat kalimat demi kalimat. Tanpa budaya membaca sulit rasanya menghasilkan kalimat yang indah.

Trenggalek, 31 Mei 2020

91 komentar:

  1. 10 halaman menginspirasi πŸ’― literasi, mungkinkah pak doktor

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dijalani saja. Tidak ada yang tidak mungkin.

      Hapus
  2. Kebiasaan sederhana yang penting, walaupun tidak mudah untuk dilakukan.

    BalasHapus
  3. Memang istiqamah butuh kesabaran.
    Mantap inspirasi yg Luar biasa trm kasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul sekali ustadz. Membaca dan menulis itu butuh kesabaran dan perjuangan

      Hapus
  4. Mantab pak, patut di tiru....

    BalasHapus
  5. Keren bisa konsisten, saya tadz begitu suka libas. Sehariannya 'dhat nyeng'. Ini artikel menarik. Hehe...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Komentar menarik. Ada frasa "dhat nyeng" πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚

      Hapus
  6. Bagaimana menjaga keistiqomah membaca n menulis, smntr rasa muales seringkali hadir.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Manusiawi asal tidak terus merawat "muales"

      Hapus
  7. untuk menjadikan sesuatu itu menjadi rutinitas memang perlu kesabaran dan ketelatenan, sukses selalu ya pak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih Pak Ali. Sukses juga untuk Pak Ali.

      Hapus
  8. Sungguh mantab untuk ditiru, saya seringnya tidak istikomah. Pas lagi semangat membaca bisa berhalaman-halaman tapi pas malas tidak pernah sama sekali bahkan beberapa hari tanpa baca.

    BalasHapus
  9. Kebiasaan yang wajib ditiru

    BalasHapus
  10. Terima kasih motivasinya Pak Doktor

    BalasHapus
  11. Rumus baca 10 lembar/hari. Ilmu yang bermutu dan praktis

    BalasHapus
  12. Fotonya Ngopi sama anak lanang ggih itu?πŸ™‚

    BalasHapus
  13. Nggih, Pak. Padatnya kegiatan membuat kita susah mendapatkan waktu untuk membaca. Saya kalau membaca pasti malam hari menjelang tidur tetapi tidak pernah dihitung halamannya, setahannya mata membaca. Maklum susah tidur.

    BalasHapus
  14. Kewajiban..
    Istiqomah..
    Kebiasaan...

    Tirulah...

    BalasHapus
  15. Alhamdulillah...tulisan bagus, kita dapat highlighted (pencerahan). Jarang sekarang orang menulis yg spesifik ttg dunia literasi...kebanyakan ttg kuliner, travelling...so..Million thanks Pak Ngainun..yg selalu menginspirasi kita...from Marjohan Usman, Sumatera Barat 🀝🀝

    BalasHapus
  16. alhamdulillah terima kasih Pak, mudah2an Tulisan Bapak Bisa jadi motivasi bagi diri Pribadi saya yang selama ini Kurang disiplin dalam membaca kadang bisa berlama-lama sampai taat satu buku non stop, tapi sering juga tidak aaaaada membaca sama sekali, sekali lagi terima kasih ya Pak

    BalasHapus
  17. Bismillah.

    Smoga ketularan...

    BalasHapus
  18. Jadi kuncinya kita harus membuat kewajiban untuk diri sendiri ya Pak? terima kasih Pak, motivasinya

    BalasHapus
  19. Kebiasaan jelek saya....
    Kalau sdh sibuk sering lupa membaca n menulis krn lebih fokus pada kesuksesan pekerjaan tersebut.

    BalasHapus
  20. Inilah cara terbaik, selamat yaa Guru akhir bisa memberikan salah satu pencerahan yang baik untuk perubahan perubahan besar dengan memulai dari hal yang mudah/sederhana , membiasakan menulis dan membaca 10 halaman tapi kontinu." Jika anda memulai hal keci tapi kontinu anda telah memulai kesuksesan di awal (James Clear )"

    BalasHapus
  21. Itu yang masih sulit bagi saya pak, membaca..buku setiap hari. Beruntung saya ada dalam grup, bisa baca tulisan teman, termasuk membaca tulisan hebat bapak. Terima kasih

    BalasHapus
  22. Istikomah lebih baik dari 1000 karomah....

    BalasHapus
  23. Terimakasih motivasinya Ustadz...

    BalasHapus
  24. Benar sekali, membaca memang harus dilatih.

    BalasHapus
  25. Semoga bisa meniru kebiasaan baiknya

    BalasHapus
  26. Patut dimimikri istiqomahnya... keren pak Naim.

    BalasHapus
  27. Membaca, berfikir & mnulis.... πŸ‘πŸ‘πŸ‘

    BalasHapus
  28. Salut akan perjuanganny pak untuk bisa istiqamah dlm membaca dan menulis.

    BalasHapus
  29. Barokallah. Sangat menginspirasi, Bapak.

    BalasHapus
  30. Membaca mesti selaras dengan menulis...
    Mantab pak, semoga bisa menjaga.

    BalasHapus
  31. Budaya membaca memang harus membumi dan diawali dari diri kita sendiri

    BalasHapus
  32. Akan saya coba pak... Maknanya istiqamah ya kira kira...

    BalasHapus
  33. Pak Naim selalu menginspirasi... Rindu diwucal njenengan pak hhe.πŸ™πŸ˜„

    BalasHapus
  34. Inspiratif untuk ajeg, susah juga di lakukan.

    BalasHapus
  35. Dan harus meniru pam dosen menargetkan setiap hari harus membaca... mantab pak

    BalasHapus
  36. Menginspirasi pak, lek kulo kadang kadang pak, kadang baca kadang blas boten baca...

    BalasHapus
  37. Rumusnya istiqamah njih pak. Semoga saya ikut tertular virus literasi pak Naim. Inspiratif

    BalasHapus
  38. https://rizkiyrifkiyzacky.blogspot.com/

    BalasHapus
  39. Saat yang paling nikmat di dunia ini adalah ketika ada waktu santai untuk membaca

    BalasHapus
  40. Sebuah komitmen yang luar biasa Ustadz di tengah kesibukan njen yg pasti sngt padat. Suatu hal yg patut diteladani. Sangat menginspirasi dan memotivasi.

    BalasHapus

Diberdayakan oleh Blogger.