Memberdayakan Potensi Literasi Siswa

Desember 25, 2020

 

Dr. Ngainun Naim

Dosen IAIN Tulungagung

 


Literasi dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan fenomena yang menggembirakan. Berbagai kalangan membuat program literasi dalam berbagai bentuk. Ada kalangan guru, dosen, pesantren, dan banyak kalangan lainnya. Tentu saja fenomena ini harus diapresiasi sebagai bentuk berkembangnya tradisi positif.

Literasi memang baru menggeliat. Menurut saya literasi sekarang ini belum sepenuhnya menjadi tradisi yang mapan. Sebagai sesuatu yang belum mapan, ia masih naik turun. Suatu saat bersemangat dan menghasilkan karya, namun pada saat yang lain tidak menghasilkan karya sama sekali. Saya kira ini fenomena wajar yang dialami oleh individu atau komunitas yang menekuni dunia literasi.

Sekarang ini aspek yang penting adalah bagaimana agar tradisi literasi semakin mengakar kuat. Ada banyak usaha yang harus dilakukan, khususnya kepada generasi muda. Mengapa generasi muda? Karena mereka sesungguhnya memiliki potensi literasi yang sangat besar. Usia muda membuka peluang yang besar bagi tumbuh berkembangnya literasi. Jika usia muda sudah berkenalan dengan literasi maka potensi berkembangnya terbuka lebar.

Bukan berarti usia dewasa tidak perlu untuk bergiat literasi. Orang dewasa tetap perlu dan justru harus semakin diperkuat literasinya. Mereka sangat mungkin memiliki potensi besar, hanya saja belum menemukan momentum yang membuat potensinya berkembang luar biasa. Banyak sekali orang yang memiliki potensi literasi besar tetapi terkubur begitu saja karena tidak menyadarinya. Sungguh disayangkan.

Saya kebetulan memiliki sedikit pengalaman terkait hal ini. Salah satu aktivitas literasi yang saya lakukan adalah mendampingi mereka yang memiliki minat menulis. Ternyata banyak sekali potensi literasi yang dimiliki. Pelan tapi pasti beberapa kawan yang saya dampingi menorehkan kata dan kalimat yang kemudian diunggah di blog. Kini ada yang sudah memiliki ratusan tulisan di blog. Beberapa di antaranya sudah mengolahnya menjadi buku. Banyak di antara mereka yang seolah tidak percaya jika mereka bisa menulis. Padahal potensi mereka sangat besar. Hanya menunggu momentum yang tepat saja untuk berdaya dan melejit dengan karya.

Jika usia dewasa begitu besar potensinya maka usia remaja jelas lebih potensial lagi. Anak-anak muda yang terus dilatih, dikondisikan, dan dibudayakan untuk menulis akan bisa menjadi penulis handal. Sekarang ini saatnya membangun pemahaman, kesadaran, dan jika menyusun agenda untuk memperkuat potensi literasi generasi muda.

Saya acapkali terkejut dengan kemampuan anak-anak muda dalam literasi. Ternyata tidak sedikit di antara mereka yang memiliki potensi besar. Karya mereka unik dan orisinal. Mereka telah menulis di usia yang masih sangat beliau. Seusia mereka saya belum mengerti apa-apa tentang menulis tetapi mereka telah mulai menulis. Seandainya potensi itu terus dirawat secara baik maka saya yakin ke depannya mereka akan menjadi para penulis handal.

Suatu saat saya memfasilitasi penerbitan antologi puisi karya anak-anak kelas 3 Madrasah Ibtidaiyah. Sungguh saya merinding. Karya anak-anak itu sangat unik, polos, dan apa adanya. Seandainya mereka terus diberikan kesempatan untuk menulis, saya yakin mereka akan menjadi penulis yang baik di masa depan.

Pengalaman yang sama saya dapatkan saat saya membaca antologi anak-anak SMP di Trenggalek. Saya sungguh mengagumi kemampuan mereka  bertutur. Mereka menulis dengan sangat baik dan mengalir lancer. Jika saja mereka terus berlatih menulis, saya yakin akan sangat bagus bagi pengembangan potensi menulis yang mereka miliki.

Kini saya mendapatkan buku karya anak-anak Madrasah Aliyah dan mahasiswa. Sebuah karya antologi yang memuat energi literasi yang sungguh luar biasa. Sekali lagi saya menemukan semangat yang terpendam dan kini menemukan ruang untuk berekspresi. Tulisan demi tulisan di buku ini membuat saya semakin optimis bahwa ke depan para penulis di buku ini akan menjadi penulis besar. Kuncinya adalah bagaimana terus merawat semangatnya untuk menulis.

 

Tulungagung, 21-12-2020

10 komentar:

  1. Alhamdulillah,, semoga bisa istiqomah, barokah dan Manfaat.

    BalasHapus
  2. Semoga mereka semua menjadi penulis hebat, yang menjadi literatur generasi pecinta ilmu

    BalasHapus
  3. Tekhnologi semakin maju, semoga sumber daya manusianya pun bisa membarengi dengan membudayakan literasi sejak dini. Sebab, literasi pun bisa menjadi jawaban Era Industri 4.0

    BalasHapus

Diberdayakan oleh Blogger.