Antologi, Ontologi, dan Media Menulis (3)

Februari 28, 2021

 

Ngainun Naim

 

Saya kebetulan sudah menulis puluhan buku solo tetapi saya tetap bersemangat untuk menulis dalam buku antologi. Beberapa undangan menulis antologi saya ikuti. Program antologi juga saya gagas dan kembangkan. Apa manfaatnya?

Saya jawab bahwa manfaatnya sangat banyak. Saya ingin memberikan contoh penulis dalam buku yang saya sebut di catatan ini sebelumnya. Salah satu penulis tersebut adalah Eti Rohmawati. Grup WA MA Ma’arif Menulis mensyaratkan anggotanya memiliki blog. Jika ada tulisan maka blog itu yang diunggah. Tujuannya agar lebih awet dan bisa dibagi kepada banyak orang.

Setelah terlibat dalam buku antologi, Eti Rohmawati kemudian mengumpulkan catatan demi catatan di blog yang ia kelola. Setelah dipoles di sana-sini maka jadilah sebuah buku keren. Judulnya adalah New Normal New Hope. 


 

Nama lain yang juga terlibat dalam antologi perdana adalah Suprianto. Ia menulis artikel dengan judul “Inspirasi Menulis”. Sejak bergabung dengan WA Ma’arif Menulis, setiap hari ia menulis. Kumpulan tulisannya diolah menjadi dua buku keren, yaitu Merenda Asa dan Tentang Menulis. Saya  kira ini merupakan prestasi yang penting untuk diapresiasi.


 

Antologi adalah jalan menuju terwujudnya buku mandiri. Niat dan komitmen yang terus diperjuangkan adalah kuncinya. Pada titik inilah perjuangan itu santat penting dan menentukan keberhasilan.

 

Tulungagung, 28-2-2021

26 komentar:

  1. Inggih Bapak... Terimakasih motivasinya... Saya mencoba untuk ikut menulis antologi di webinar kopdar VI SPK... Pangestunipun nggih...

    BalasHapus
  2. Sepakat sekali, Mas Doktor. Antologi itu menambah semangat kita dalam menulis buku mandiri atau solo.

    BalasHapus
  3. Terima kasih. Semoga menular

    BalasHapus
  4. Walau telah menghasilkan buku solo, saya tetap semangat menulis buku antologi.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih Pak. Saya semakin bersemangat he he

      Hapus
  5. Wah...jadi tersanjung prof. Terima kasih atas semua bimbingannya..

    BalasHapus
  6. MasyaAlloh keten... Jadi bersemangat ngeblog nih...

    BalasHapus
  7. trimaksih prof .semoga bisa menyambung silaturrohim, walaupun lewat media blog

    BalasHapus
  8. Selalu terpacu mewujudkannya. Memang betul sekali pak. Antologi adalah jalan awal menuju buku mandiri

    BalasHapus
  9. setuju mas Doktor, dengan antologi banyak proses kreatif penulis menjadi buku , sebuah karya bermakna

    BalasHapus

Diberdayakan oleh Blogger.