Kutipan-Kutipan Inspiratif

Juni 27, 2021


 

Ngainun Naim

 

Saya menyukai aktivitas membaca karena telah memberikan banyak manfaat dalam kehidupan. Membaca membuat saya bisa menemukan banyak hal unik. Salah satunya adalah menemukan kutipan kata-kata yang menurut saya cukup inspiratif. Kata-kata itu mungkin terlihat sederhana tetapi tidak jarang mengandung makna yang luar biasa.

Saya biasanya membaca sedikit demi sedikit. Istilah sederhananya “ngemil”. Sekali kesempatan paling hanya membaca beberapa halaman. Beberapa kalimat atau ide yang penting saya tandai. Kadang memakai stabilo, kadang memakai pulpen. Saat ada kesempatan, bagian yang saya tandai tadi akan saya pindah ke komputer.

Saya baru saja menamatkan buku karya Mohamad Sobary. Judul bukunya Esai-Esai Kebudayaan: Semar Gugat di Temanggung terbitan Gramedia Jakarta tahun 2014. Memang bukan buku baru tetapi saya menemukan banyak ilmu dan inspirasi di buku ini.

Catatan sederhana ini tidak akan meresensi buku tersebut. Sesuai judul, catatan ini hanya akan menulis beberapa kutipan inspiratif dari buku Mohamad Sobary. Kutipan ini—menurut saya—memiliki konteks makna yang dalam.

Coba cermati kutipan ini. Kita bisa menjadi maju karena memiliki harapan. Kutipan ini menegaskan pentingnya kita memiliki harapan. Adanya harapan menjadi pemantik untuk menyusun strategi dan menjalankan aksi. Harapan adalah daya dorong bagi kemajuan hidup.

Cita-cita membutuhkan kesabaran. Ini merupakan “seni menunggu”. Lakukan usaha sebaik mungkin. Selamban apapun waktu berjalan, yang ditunggu akan datang. Kutipan ini juga berenergi. Banyak orang menempuh jalan pintas demi mewujudkan cita-citanya. Padahal seharusnya cita-cita diperjuangkan dengan penuh kesabaran. Justru di sinilah kalimat Sobary menjadi oase di tengah iklim kehidupan yang pragmatis dan banyaknya orang yang bermental instan.

Kesabaran mencegah kebakaran yang dimulai dari hatimu. Kematangan usia, kedewasaan iman, dan iman yang semakin matang memperluas ruang kesabaran dalam jiwa. Mari bersyukur tanpa akhir. Sebagaimana kutipan sebelumnya, kawan-kawan pembaca bisa menafsirkan maknanya dan merenungkannya secara tenang. Sungguh bersyukur itu sangat penting meskipun semua tahu bahwa menulis dan mengucapkannya jauh lebih mudah daripada mempraktikkannya. Meskipun demikian bersyukur harus terus dilakukan tanpa henti.

Demikian tiga kutipan penting ini. Semoga ada manfaatnya.

 

Tulungagung, 27-6-2021

6 komentar:

  1. Terimakasih Pak.
    Sehat selalu...

    Cita-cita membutuhkan kesabaran, saya setuju.

    BalasHapus
  2. Terima kasih sll memberi tauladan pak haji NGAINUN NAIM

    BalasHapus
  3. Keren pak aye juga menulis berdasarkan kutipan yang saya terjemahkan sendiri dalam bahasa saya.

    BalasHapus

Diberdayakan oleh Blogger.