Dari Lima Belas Menit Hingga Lima Belas Bulan

September 04, 2022


 

Ngainun Naim

 

Semua penulis berharap agar artikel jurnal yang sudah submit bisa terbit. Namun harapan itu tidak selalu terwujud. Kadang sebagian harapan yang terwujud. Tidak jarang justru penolakan yang harus diterima.

 

Ada banyak faktor yang menjadi penyebab penolakan. Bisa jadi karena faktor teknis. Bisa juga karena faktor substansi.

 

Sebuah artikel akan mendapatkan respon dari pengelola jurnal dalam jangka waktu tertentu. Ada yang cepat, sedang, lama, dan bahkan sangat lama. Tidak mudah menjelaskan tentang hal ini.

 

Seorang kawan bercerita bahwa ia pernah mendapatkan respon yang sangat cepat setelah submit ke sebuah jurnal. Hanya dalam waktu lima belas menit sudah ada jawaban: ditolak. Penolakan mungkin menyakitkan tetapi sesungguhnya menjadikan nasib artikel menjadi jelas.

 

Jika sudah ditolak, pilihannya adalah segera kirim ke jurnal lain. Bisa jadi bukan kualitasnya yang menjadi masalah, namun "Scope and aim" yang kurang pas. Di sini penulis perlu mencermati hal-hal teknis terkait artikel yang akan disubmit.

 

Lazimnya jawaban diberikan dalam jangka waktu yang variatif. Ada yang dalam hitungan hari. Ada dalam hitungan minggu. Ada juga yang sampai beberapa bulan.

 

Ada juga jawaban yang ditunggu sangat lama. Saya pernah mengalaminya. Lima belas bulan baru ada jawaban. Ya, jawaban penolakan.

 

Apa pun jawabannya, semua harus diterima dengan lapang dada. Jika diterima, bersyukur. Diminta revisi lalu publish, diikuti. Diminta revisi tetapi tidak juga terbit, dikirim ke jurnal lain. Langsung ditolak, dijadikan pelajaran.

 

Tidak ada orang yang bisa meyakinkan bahwa sebuah artikel  pasti dimuat. Apalagi jurnal internasional bereputasi. Adanya adalah proses berjuang dan terus berjuang.

 

Trenggalek, 3 September 2022

4 komentar:

  1. Ane klo mo ngirim artikel ke jurnal kenalan yg positif nerima nya... Hehe

    BalasHapus
  2. Curhatan kita jadi bahan tulisan profesor Ngainun Hahahaha

    BalasHapus

Diberdayakan oleh Blogger.