Menulis Sebagai Keunggulan

Mei 19, 2020

Ngainun Naim


Saya ingin menyebut bahwa menulis itu merupakan sebuah keunggulan. Mereka yang memiliki keterampilan menulis akan menjadi manusia unggul. Hal ini disebabkan karena keterampilan menulis hanya dimiliki oleh segelintir orang.
Menulis itu dunia asketis. Dunia yang tidak bisa diukur secara materi semata. Ada dinamika, ada kenikmatan, ada kepuasan, ada perjuangan, dan ada juga hambatan yang harus dihadapi. Jika ada seseorang yang bertahan puluhan tahun dalam menekuni dunia literasi, hampir dapat dipastikan bahwa orientasi materi tidak berada di posisi depan lagi.
Spirit semacam inilah yang saya temukan pada buku Bukan Birokrat Biasa. Buku ke-22 karya Adrinal Tanjung ini secara implisit menegaskan bahwa menulis buku itu panggilan hidup. Berbagai hambatan harus ditundukkan. Mewujudkan sebuah buku adalah hasil dari perjungan berdarah-darah. Jika bukan karena panggilan hidup, tentu sudah lama Adrinal Tanjung mundur teratur dari medan percaturan dunia literasi.
Buku ini, sebagaimana bisa dibaca dari judulnya, memuat berbagai hal yang tidak selazimnya dilakukan oleh birokrat. Berpikir, berinovasi, lalu menulisnya menjadi sebuah buku merupakan sesuatu yang langka. Justru karena itulah spirit seorang Adrinal Tanjung lewat buku-bukunya penting untuk diapresiasi.
Secara personal saya mengenal Adrinal Tanjung. Saya dua kali bertemu beliau. Pertama di Bandara Soekarno Hatta tahun 2018. Kedua di Universitas Negeri Semarang tahun 2019. Selain itu kami cukup sering berkomentar, kirim WA, dan juga pernah telepon. Tentu, muara yang kami perbincangkan adalah literasi.
Saya membaca bagian demi bagian buku ini secara pelan. Saya ingin menikmati betul kata demi kata yang dirajut, ide demi ide yang digagas, dan mencoba menggali spirit hidup yang diusung. Butuh tiga hari untuk menuntaskan buku ini. Satu hal yang ingin saya sampaikan bahwa Adrinal Tanjung adalah seorang birokrat yang unggul. Ya, ia unggul karena ia menulis. Keunggulan ini yang harus terus dirawat dan ditumbuhkembangkan agar ia benar-benar menjadi bukan birokrat biasa.

Parakan Trenggalek, 19 Mei 2020


18 komentar:

  1. Sae sanget prof... Trimkasih buanyak ilmunya.

    BalasHapus
  2. Pernah baca nama adrinal tanjung di buku spirit literasi karya Dr Ngainun Naim...

    BalasHapus
  3. Spirit literasinya luar biasa. Matur nuwun diberi kesempatan bisa belajar bersama prof Naim

    BalasHapus
  4. Saya bukan penulis, ��
    Tapi saya suka kepada orang yang bergelut di dunia literasi,,,

    Ku add sebanyak-banyaknya akun medsos mereka yg pecinta literasi,,,

    BalasHapus
  5. Suntikan semangat untuk lebih giat lagi...

    BalasHapus

Diberdayakan oleh Blogger.