Blog, Apresiasi, dan Menulis

Juni 06, 2020
Ngainun Naim

Blog bisa menjadi tempat yang cukup efektif untuk mengembangkan budaya menulis. Lewat blog, apa pun bisa ditulis, mulai hal sederhana sampai yang sangat rumit. Jika ingin terampil menulis, blog adalah media yang bisa dipilih.

Saya sangat menyarankan kepada para pembelajar menulis untuk menjadikan blog sebagai media belajar. Tentu saja, bagi yang sudah ahli, blog tetap saja bermanfaat. Jadi menulis sajalah. Tidak perlu banyak pertimbangan. Sepanjang tulisan itu mengandung nilai positif, ketika diunggah di blog, Insyaallah akan memberikan manfaat yang besar dalam kehidupan.

Sejauh pengalaman selama ini, banyak orang yang bisa berkembang potensi menulisnya karena blog. Spirit menulis bisa meningkat. Ilmu bisa bertambah. Sahabat juga semakin banyak. 

Jumlah mereka yang mendapatkan manfaat dari blog sangat banyak. Jika Anda memang benar-benar berniat belajar dan praktik menulis, segera manfaatkan blog. Banyak yang gratis.

Meskipun demikian tidak selalu ajakan menulis di blog mendapatkan sambutan yang apresiatif. Ada yang apresiatif, tetapi jumlahnya tidak dominan. Justru mereka inilah yang nantinya akan sukses menjadi penulis. Mereka terus menulis dan menulis. Mereka inilah yang pada akhirnya bisa menjadi penulis dalam makna yang sebenarnya. Tentu saja catatannya adalah jika mereka konsisten menulis dan mau terus belajar.

Ada juga yang apresiatif tetapi tidak segera menulis. Ada saja alasannya. Misalnya, belum pernah menulis di blog. Jawaban ini sebenarnya bisa dipatahkan dengan segera mulai menulis. Jika bukan sekarang, kapan lagi? Mau menunggu sampai kapan?

Kalau soal alasan tidak menulis, tentu banyak. Bahkan sangat banyak. Sejuta alasan bisa dibuat, tetapi alasan itu tidak akan membuat Anda bisa menulis.

Ada yang pasif. Tidak banyak bergerak. Silent reader. Mereka hanya membaca dan membaca postingan demi postingan. Sesungguhnya mereka merasa mendapatkan manfaat dari ajakan demi ajakan, tetapi beban untuk mulai terasa sangat berat.

Hidup ini pilihan. Menulis juga begitu. Tapi jika bisa menyarankan, pilihlah hidup yang memberikan arti. Hidup yang terus tumbuh dan berkembang. Caranya adalah dengan menulis blog. Selamat menulis.

Ditulis sambil nunggu istri belanja

Trenggalek, 6 Juni 2020

32 komentar:

  1. Kulo pingin nulis writer blog mas, nyuwun motivasi nya

    BalasHapus
  2. Alhmdulillah... Dapat ilmu lagi... Suwun...

    BalasHapus
  3. Belum pede bikin blog prof

    BalasHapus
    Balasan
    1. He he he. Terus kapan pedenya? Buat saja. Terus diisi. Tidak ada yang menertawakanmu. Justru manfaatnya jauh lebih besar daripada ketidakpedean-mu.

      Hapus
  4. InsyaaAllah mau buka blog, matur nuwun motivasinya Bp Ngainun Naim

    BalasHapus
    Balasan
    1. Segera buat, isi, dan terus menulis secara istiqamah.

      Hapus
  5. Alhamdulillah kian menguatkan semangat..."hidup harus bermanfaat"

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul Bu. Insyaallah menulis, sesederhana apa pun, akan memberikan banyak manfaat.

      Hapus
  6. Tinggal memilih, menulis atau membaca? hehe...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Menulis, membaca, atau tidak menulis dan membaca he he he

      Hapus
  7. Jangan menunda untuk menulis

    Motivasinya itu selalu luar biasa

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sekadar menulis saja Bu. Terima kasih sudah berkunjung dan memberikan komentar.

      Hapus
  8. Sangat setuju, banyak alasan, jika tidak di lawan, maka akan terbawa arus malas menulis. ..motivasi luar biasa. 🙏🙏

    BalasHapus
  9. Sayyya masuk kategori mana ya? Jawabnya ada didiriku ha ha ha
    Terima kasih Prof. .. Teruuuss disupport

    BalasHapus
  10. Terimakasih pak, dengan semakin sering menulis, ternyata mengalirnya ide sangat terasa disaat mengerjakan tugas akhir

    BalasHapus
  11. Betul sekali pak...semoga bisa istiqamah menulis..

    BalasHapus

Diberdayakan oleh Blogger.