Kerja Keras Menghasilkan Karya

Juni 04, 2020

Ngainun Naim


Dari beranda facebook seorang penulis buku yang cukup produktif saya mendapatkan informasi tentang bagaimana beliau menghasilkan karya. Kerja keras, tetap semangat, dan memanfaatkan waktu sebaik mungkin. Tiga kata kunci itu yang saya dapatkan. Sangat mungkin beliau memiliki kata kunci lain yang mengantarkan kepada kesuksesan dalam menulis. Namun demikian, tiga kata kunci itu saya kira bisa mewakili bagaimana beliau menghasilkan karya-karyanya di tengah jadwal kegiatan yang padat merayap.
Pada salah satu beranda ditulis tentang sarannya untuk para pembaca yang sedang mengerjakan disertasi. Ia menulis, “Monggo yg mau menyelesaikan tugas akhir studinya, saran saya “begadanglah! Niscaya anda akan cepat lulus kuliah!”.
Saya tercenung membaca saran ini. Ini kan jelas kunci penting untuk sukses mengerjakan tugas, yakni begadang. Saya kira tidak semua orang bisa mengambil kunci ini. Butuh penyesuaian dengan kondisi masing-masing orang. Intinya adalah bagaimana bekerja keras dan tetap semangat sampai karya selesai.
Kerja keras pemilik beranda tersebut membuahkan hasil. Bayangkan, ia bisa menyelesaikan doktor hanya dalam dua tahun. Ya, hanya dua tahun. Ini tentu prestasi yang tidak main-main. Tidak semua orang bisa melakukannya. Hanya mereka yang mau bekerja keras sebagaimana pemilik akun tersebut saja yang bisa mencapai kesuksesan.
Saya sering mendengar keluhan kawan-kawan yang sedang studi doktor. Bertahun-tahun studi ditempuh, tetapi tidak juga selesai. Mereka rupanya tidak konsentrasi mengerjakan disertasinya. Ada saja halangan yang harus dihadapi saat mulai menyusun disertasi. Ketika surat panggilan untuk menyelesaikan disertasi datang dengan ancaman deadline, baru mereka bergerak. Ternyata, mereka juga bisa menyelesaikan disertasi.
Fenomena ini sesungguhnya memiliki kesamaan dengan pemilik akun yang saya ceritakan di awal tulisan ini. Sama-sama memiliki semangat tinggi untuk menyelesaikan disertasi. Pemilik akun tersebut memiliki semangat tinggi yang datang dari diri sendiri atau motivasi intrinsik, sementara mereka yang baru mengerjakan ketika surat panggilan deadline datang memiliki semangat yang tinggi karena ada faktor eksternal.
Idealnya motivasi itu berasal dari diri sendiri. Motivasi internal jauh lebih kuat dan beresonansi dibandingkan dengan motivasi eksternal. Karena itu, motivasi internal harus ditumbuhkan dan dirawat agar semangat menyelesaikan karya tidak pernah padam.

Salam

 
Ngainun Naim, Dosen IAIN Tulungagung. Aktif dalam kegiatan literasi. Beberapa bukunya yang bertema literasi adalah Literasi dari Brunei Darussalam (2020),  Proses Kreatif Penulisan Akademik (2017), The Power of Writing (2015), dan Spirit Literasi: Membaca, Menulis dan Transformasi Diri (2019). Untuk komunikasi via email: naimmas22@gmail.com. WA: 081311124546.

34 komentar:

  1. Suka ... Semoga nular

    BalasHapus
  2. Menambah semangat berkarya...

    BalasHapus
  3. Mantap. Menginspirasi pak...

    BalasHapus
  4. Bapak petik buah pelajaran yg dikerjakan orang lain.
    Dihidangkan kepada yang mau belajar.

    BalasHapus
  5. Alhamdulillah selalu dapat motivasi spybisa istikamah dalam menulis

    BalasHapus
  6. Semangat berjuang lantaran motivasi para guru.

    BalasHapus
  7. Selalu memotivasi...thanks Pak...

    BalasHapus
  8. Menginspirasi pak,,, maturnuwun

    BalasHapus
  9. Inspirasitor sekaligus motivator menulis yang hebat saya

    BalasHapus
  10. Motivasi itu berawal dari diri sendiri # Like

    BalasHapus
  11. Alkhmdulillah dapat ilmu,semoga bisa mempraktekkan.

    BalasHapus
  12. Begadang yang bermanfaat.. Istirahatnya dialihlan siang hari... Belajar secara Ngalong.

    Inspiratif.

    BalasHapus
  13. Tak ada kata lain selain terima kasih ilmunya mas Dr. Naim.. Kalau saya mengahasilkan satu tulisan kejar target 5 paragraf walau blm bs istiqomah itu jg dg begadang he he

    BalasHapus
  14. Motivasinya selalu luar biasa...
    Terima kasih pak dosen...

    BalasHapus
  15. Trimakasih pak, telah memotivasi di saat mengerjakan tugas akhir.

    BalasHapus
  16. Kendala dalam menulis datangnya dari diri sendiri. Terimakasih untuk motivasi dan amunisinya pak.

    BalasHapus
  17. Sesuai dengan ini Prof,
    Al-Imam As-Syafi’i rahimahullah berkata:

    بقَدْرِ الكدِّ تُكتَسَبُ المَعَــالي ….ومَنْ طَلبَ العُلا سَهِـرَ اللّيالي
    Ketinggian diraih berdasarkan ukuran kerja keras…
    Barang siapa yang ingin meraih puncak maka dia akan begadang.
    🙏🙏🙏

    BalasHapus

Diberdayakan oleh Blogger.