Menulis Tanpa Beban

Juni 13, 2020

Ngainun Naim

Saya kebetulan mengajar matakuliah yang dekat dengan penulisan. Salah satunya adalah matakuliah “Proposal Penelitian”. Matakuliah ini, menurut saya, cukup menarik dan menantang. Lewat matakuliah inilah saya mengetahui bagaimana tradisi menulis di kalangan mahasiswa masih harus terus ditingkatkan.
Idealnya proses kuliah itu diiringi dengan pembangunan tradisi literasi. Jika ini dilakukan secara terstruktur, sistematis, dan metodologis maka persoalan rendahnya literasi di negeri ini akan berkurang. Pendidikan diyakini sebagai media yang paling efektif dalam mewujudkan transformasi dalam skala besar. Bisa dibayangkan betapa indahnya jika sebagian besar masyarakat kita menjadi pembaca dan penulis yang baik. Apa pun bisa ditulis. Publikasi tulisan demi tulisan akan berlangsung dengan semarak.
Saat kondisi semacam ini terbangun maka hoax akan terkikis. Orang tidak akan tergoda untuk asal “berbagi dari grup sebelah”. Jika ada berita akan dibaca secara cermat lalu dikomentari dalam tulisan. Tentu, komentarnya juga analitis sebab menulis itu juga membutuhkan keruntutan berpikir. Tidak asal tulis tanpa dasar argumentasi yang mapan.
Selama mengajar saya membiasakan mahasiswa untuk menulis. Mahasiswa yang saya ajar saya kumpulkan dalam sebuah grup WA. Tugas mereka setiap minggunya adalah menulis proses perkuliahan—bisa juga topik lain—minimal 5 paragraf. Seminggu lima paragraf. Terlihat sederhana tetapi itu tulisan natural mereka. Tulisan mereka yang sesungguhnya karena tidak bisa plagiat. Tentu berbeda dengan makalah yang acapkali saya temukan potong sana-sini dan ambil dari berbagai sumber tanpa kemampuan untuk memparafrase secara kreatif.
Tradisi menulis yang saya buat ini ternyata sedikit banyak berkontribusi dalam proses penulisan skripsi mahasiswa. Skripsi itu tidak mudah. Bisa dibayangkan bagaimana kondisinya jika mahasiswa sebelumnya tidak pernah menulis lalu harus menulis sekian puluh halaman. Tentu tidak mudah.  Wajar jika banyak yang stres. Bahkan stres sudah dimulai sebelum menulis skripsi itu sendiri.
Salah satu metode yang saya ajarkan saat menulis adalah menulis saja, titik. Ya, pokoknya menulis. Tumpahkan apa saja yang ada dalam kepala. Tidak perlu takut, resah, kuatir, stres. Persoalan psikologis semacam itu menjadikan proses menulis menjadi terhambat.
Memang tidak mudah untuk menulis secara bebas semacam ini. Butuh proses, latihan, dan perjuangan secara terus-menerus. Tetapi jika dilakukan secara konsisten, tidak ada yang tidak mungkin. Menulis tanpa beban merupakan formula yang bisa dipilih agar menghasilkan tulisan secara lebih baik.

Trenggalek, 13 Juni 2020



Ngainun Naim, Dosen IAIN Tulungagung. Aktif dalam kegiatan literasi. Beberapa bukunya yang bertema literasi adalah Literasi dari Brunei Darussalam (2020),  Proses Kreatif Penulisan Akademik (2017), The Power of Writing (2015), dan Spirit Literasi: Membaca, Menulis dan Transformasi Diri (2019). Untuk komunikasi via email: naimmas22@gmail.com. WA: 081311124546.


56 komentar:

  1. Alhamdulillah sangat bersyukur pernah di ajar panjenengan pak Naim

    BalasHapus
  2. Alhamdulillah, sanad keilmuan menulis saya salah satunya adalah Kiai Ngainun Naim. Matur nuwun

    BalasHapus
  3. Suka baca tulisannya Prof. Berusaha dan belajar untuk mengikuti jejak Bapak.

    BalasHapus
  4. Mantap..selalu menginspirasi untuk mampu menulis. Terima kasih Sahabat senior

    BalasHapus
  5. Waoow, ku sangat suka penelitian kualitatif,

    BalasHapus
  6. Jazakallah khairan,saat bimtek kamad ilmu baru dari Coach Naim kulo bintangi,"Pas nulis fokus nulis wae ra usah edat edit" pesan Coach Naim mengakhiri materi saat itu.

    BalasHapus
  7. Menulis diawali dgn terbiasa menulis...diimbangi membaca. Semoga bisa istiqomah.

    BalasHapus
  8. Salam literasi ustadz, tulisannya bagus, selain susunan yang rapi, ada nilai nasehatnya. Inilah tabungan yang kekal untuk kehidupan setelah mati, semoga selalu sukses dan tetap dalam lindungan Allah SWT

    BalasHapus
  9. Iya Pak Naim, kalau menulis tanpa beban, ide akan lancar mengalir tetapi kalau merasa terbebani macam-macamm aturan khok jadi buntu ya ini ide.

    BalasHapus
  10. Sangat Inspiratif Pak..InsyaAllah Cara Cara ini akan saya terapkan juga untuk mahasiswa Saya..Terima Kasing Sang Guru.

    BalasHapus
  11. Sebuah kontribusi yg sngt berharga bagi mahasiswa panjenengan Ustadz dg dibiasakan menulis. Awalnya sbg tugas lama-lama terbiasa sehingga sngt menolong dlm menyelesaikan tugas terutama menulis skripsi yg sering mnjd momok Mahasiswa.

    BalasHapus
  12. Hebat betul pakar literasi ini semoga bermanfaat tuk semuanya,sulitnya untuk saya mau ngemil belum juga bisa

    BalasHapus
  13. Terima kasih ilmunya oak dosen

    BalasHapus
  14. Menulis saja tanpa beban. Pokoknya menulis...

    Suka dg kalimat itu
    Bapak selalu memotivasi
    Terima kasih pak...

    BalasHapus
  15. Dalam usia saya setengah abad lebih sedikit...saya suka baca tulisan tulisan pada berbagai blogger, memang hanya mas Ngainun yang fokus pada kajian literasi. Beliau memiliki pisau bedah budah membedah dunia literasi kita....moga Mas Ngainun sehat selalu...amiiin

    BalasHapus
  16. Perlu konsisten, nggeh pak.,. Supaya latih, tulisan biar ngalir dengan sendirinya,.

    BalasHapus
  17. Perlu istiqomah ya pak dalam menulis

    Biar lancar dalam menulis...

    BalasHapus
  18. Trik yg bisa diduplikasi untuk membiasakan mahasiswa menuliskan gagasan bukan menyalin gagasan

    BalasHapus
  19. Mengalir saja dalam menulis. Terbebani dengan aturan tertentu akan mematikan kreativitas. Terimakasih inspirasi dan motivasinya prof

    BalasHapus
  20. Inspirasi yg Luar biasa Semoga sy juga bs istiqamah menulis Prof. Syukran atas ilmunya

    BalasHapus
  21. Sangat menginspirasi, terimakasih Pak

    BalasHapus
  22. Matursuwun pak atas berbagi tips dan ilmunya. Sangat bermanfaat

    BalasHapus
  23. Inspirasi yang luar biasa bapak. Menulislah tanpa beban dan yang penting menulis.
    Terimakasih tipsnya bapak. Barakallah

    BalasHapus
  24. menulis tanpa beban.terimakasih prof.yang selalu menginspirasi dan memberikan ilmu njenengan.

    BalasHapus
  25. Menulis tanpa beban. Sebuah nasihat yang sangat bermanfaat. Semoga saya bisa menerapkan nasihat pak doktor dalam penulisan disertasi saya yang terasa sangat berat. Matur nuwun pak Ngainun 🙏🙏🙏

    BalasHapus

Diberdayakan oleh Blogger.