Menulislah Seperti Jam Dinding

Juli 21, 2020

Ngainun Naim


Satu benda yang kini semakin jarang dilirik adalah jam dinding. Orang kini semakin sering melirik petunjuk waktu di handphone. Mudah, cepat, dan ada di dekat kita.
Jam dinding jauh. Kadang letaknya di bagian tertentu dari rumah. Bagi generasi yang semakin mager (malas gerak), berpindah posisi untuk melihat jam dinding dianggap sebagai hal yang tidak efektif. Maka, jam dinding menjadi semakin kehilangan fungsinya. Fungsi penunjuk waktu bergeser menjadi fungsi pelengkap ruangan.
Beda generasi, beda perspektif. Wajar dan begitulah kenyataannya. Sesuatu yang bagi kita sudah modern, terlihat jadul di mata generasi milenial.
Tetapi sesungguhnya setiap zaman memang memiliki kenangan. Memiliki masa indah dan kenangan. Begitu juga dengan jam. Ya, jam dinding.
Dulu, saat saya kecil, jam adalah penanda kelas. Orang kaya di desa saya umumnya memiliki jam besar. Saya tidak tahu apa namanya. Pokoknya besar sekali. Berdiri kokoh di sudut ruang tamu. Sungguh berkelas.
Bagi keluarga saya, tidak ada namanya jam dinding. Penyebabnya satu: tidak ada dana untuk membelinya. Titik. Jam dinding baru bisa dimiliki saat saya mulai beranjak dewasa. Entah tahun berapa. Saya tidak ingat.
Jam dinding sesungguhnya memiliki konteks relevansi kesetiaan. Dilihat atau tidak, ia akan tetap menapaki detik demi detik. Begitu terus sepanjang waktu. Ia baru berhenti saat baterei habis. Sepanjang tidak rusak dan baterei ada, jam dinding akan terus menjalankan tugasnya tanpa pernah berhenti. Terus dan terus.
Kesetiaan jam dinding sesungguhnya memberikan pelajaran hidup yang sangat berarti. Kita bisa membawa pelajaran ini untuk dunia menulis. Kesetiaan jam dinding, jika dibawa ke dunia menulis, bisa bermakna konsistensi dalam menapaki dunia aksara.
Menulis seharusnya terus saja berjalan secara terus-menerus. Tentu tidak dalam makna tanpa berhenti sama sekali. Sewajarnya sajalah. Manusia hidupnya juga harus seimbang.
Sebagaimana jam dinding, menulis sebaiknya dilakukan setiap hari. Entah dilihat orang atau tidak, entah diapresiasi atau tidak. Pokoknya menulis terus. Apresiasi akan diberikan karena kita terus menulis. Keteguhan menjalankan sebuah aktivitas positif, sebagaimana kata para motivator, akan mendatangkan keajaiban. Ya, sesuatu yang tidak terduga dan terbayangkan.
Mungkin Anda tidak percaya. Tidak perlu berdebat tentang hal ini. Jika Anda memang ingin menekuni dunia menulis, ambil filosofi jam dinding. Terus menulis dan menulis. Salam.

Trenggalek, 21-7-2020

26 komentar:

  1. Subhanallah... InsyaAllah Pak...

    BalasHapus
  2. Entah diapresiasi atau tidak, pokoknya menulis. Selalu menginspirasi prof seperti filosofi jam dinding.

    BalasHapus
  3. Konsistensi...
    Sewajarnya saja....
    Seimbang....
    Diapresiasi atau tidak...

    BalasHapus
  4. berusaha komitmen untuk menulis setiap hari dan untuk mengasah keterampilan...
    begitu nggih pak dosen....

    BalasHapus
  5. Luar biasa Prof...sangat menginspirasi...Alhamdulillah sampai saat ini masih memasang 3 jam dinding dirumah..semoga semangat ini juga seperti jam dinding..

    BalasHapus
  6. Setuju super sekali filosofinya Bapak.... semoga bisa istiqomah berpacu mengisi waktu

    BalasHapus
  7. Seblm tidur, sy selalu pandangi jam finding dan Ternyta betul kadang sering muncul IDE untuk nulis. Tmh ksh atas wejangannya malam ini Prof

    BalasHapus
  8. InsyaaAllah Bpk Prof.Ngainun, terima kasih terus memotivasi kami....

    BalasHapus
  9. Sy garis bawahi prof kalimat prof Naim
    "Keteguhan menjalankan sebuah aktifitas positif, kata para motivator akan mendatangkan keajaiban"

    Sungguh takjub, indah dan bermagnet.

    Prof Naimlah sang motivator itu segaligus inspirasi bagi saya...

    BalasHapus
  10. Semoga bisa mengikuti jejak bapak untuk konsisten menulis setiap hari

    BalasHapus
  11. Masih belajar pada filosofi jam dinding..

    BalasHapus
  12. Sebuah benda pun bisa menjadi sebuah inspirasi untuk diaktualisasikan, sungguh ini merupakan implementasi dari seorang penulis (sahabat Ngainun Naim)

    BalasHapus

Diberdayakan oleh Blogger.