4P + 1 M

Oktober 04, 2020

 

Ngainun Naim

 


Bagi mahasiswa yang studi S-3, tugas terberatnya adalah menulis disertasi. Saya kira mereka yang studi sampai jenjang ini sepakat bahwa inilah tugas terberat. Tugas yang tidak mudah dilalui. Banyak calon doktor gugur karena faktor disertasi ini. Jika tidak gugur paling tidak masa studinya molor hingga bertahun-tahun.

Disertasi memang bukan karya sederhana. Ia harus dikerjakan  dengan totalitas. Tidak bisa setengah-setengah. Karya inilah yang akan menentukan apakah kita layak menyandang gelar doktor atau tidak.

Saat diskusi dengan Prof. Suhubdy Yasin, Ph.D (Universitas Mataram) dan Dr. Tuti Andriani, M.Pd (UIN Susqa Riau) via aplikasi Zoom pada 3 Oktober 2020, saya mendapatkan banyak sekali informasi. Acara bertajuk "Bincang-bincang Nasional Online: Strategi Penyelesaian Studi Doktor Tepat Waktu" ini diselenggarakan oleh Dotplus Publisher dan diikuti oleh puluhan peserta.

Tulisan ini hanya akan mengulas tentang apa yang disampaikan Direktur Dotplus Publisher, Khaerul Azan, saat membuat kesimpulan diskusi yang dirangkum menjadi 4P+1M. Ya, kesimpulan yang menarik dan mudah untuk diingat.

P pertama adalah pahami pembimbing. Sukses atau tidaknya studi yang kita jalani sangat dipengaruhi oleh relasi mahasiswa dengan pembimbing. Setiap orang memiliki karakter yang khas. Ada pembimbing yang menerapkan standar tinggi dalam semua hal, termasuk dalam aspek non-substansi disertasi. Ada juga yang standarnya sedang dan ada yang standarnya sangat longgar. Persoalannya sesungguhnya bukan pada bagaimana posisi pembimbing tetapi bagaimana kita menghadapinya.

Kuncinya ada pada mahasiswa. Jika mahasiswa memahami pembimbing dengan baik, mengikuti saran-sarannya, dan tidak mudah putus asa maka disertasi pasti selesai. Sikap mental tahan banting penting ditanamkan agar semangat selalu terjaga. Hanya mereka yang tahan banting yang bisa menyelesaikan studinya, meskipun mungkin kemampuan akademiknya pas-pasan.

P kedua adalah pahami bidang yang diteliti. Tentu ini berkaitan dengan penguasaan bidang ilmu yang dikaji. Menjadi calon doktor wajib banyak membaca. Buku, artikel jurnal, dan hasil penelitian menjadi menu wajib. Tidak ada cara lain yang bisa menggantikan membaca ini. Lewat membaca dan terus membaca maka P yang kedua akan dikuasai secara baik.

P yang ketiga adalah pahami yang belum dipahami melalui orang lain. Jika mendapatkan pembimbing yang sulit, cobalah tanya teman, kolega, atau siapa pun yang mengenal beliau. Jangan justru mutung atau menjadikan pembimbing sebagai musuh. Tetap hadapi sebaik mungkin.

P yang keempat adalah pahami apa yang tidak dipahami dengan membaca. Tidak semua penjelasan pembimbing bisa dipahami. Jangan putus asa. Bisa jadi catatan, coretan, atau komentar yang diberikan pembimbing itu merupakan sarana yang efektif untuk memperdalam pengetahuan. Membaca, membaca, dan terus membaca adalah jalan yang cukup penting untuk dilakukan agar kita bisa mendapatkan pengetahuan yang baik.

Adapun  1M yang dimaksudkan adalah Manajemen waktu. Mereka yang sukses adalah yang memiliki kemampuan manajemen waktu secara baik. Semua orang mendapatkan alokasi waktu yang sama. Tidak ada makhluk yang memiliki jumlah waktu lebih. Dengan jumlah waktu yang sama ada yang sukses dan ada yang gagal. Mereka yang sukses adalah yang mau dan mampu mengelola waktunya secara baik.

 

Parakan Trenggalek, 4 Oktober 2020

38 komentar:

  1. Terima kasih Pak..inspiratif

    BalasHapus
  2. Terimakasih informasi nya..sangat bermanfaat 🙏

    BalasHapus
  3. Thanks pak. Sangat informatif.

    BalasHapus
  4. Lagi lagi membaca diperlukan di mana mana

    BalasHapus
  5. Insya allah selalu semangat, terima kasih tips dan ilmunya nya ...salam 4P + 1M

    BalasHapus
  6. Terima kasih Pak, semoga bisa mengikuti saran dan motivasi bapak. Semoga inspirasi ini menjadi pelecut semangat untuk selesai.amin

    BalasHapus
  7. Termakasih Pak Naim sudah diingatkan. "pembimbing bukan musuh"

    BalasHapus
  8. Informatif pak, terima kasih

    BalasHapus
  9. Tulisan ini benar Pak Prof..saya sbg istri ikut merasakan kegigihan suami saat menjalani pendidikan SIII, kekuatan mental spiritual ikut berpengaruh cukup kuat.Matur nuwun Prof

    BalasHapus
  10. Tips yang membangun semangat.,inspiratif tadz

    BalasHapus
  11. Jioooosss...luar biasa inspiratif...

    BalasHapus
  12. Informative n motivation langkah awal penentu berikutnya... Terima kasih banyak PROF Naim

    BalasHapus

Diberdayakan oleh Blogger.