Literasi, Persahabatan, dan Buku

November 02, 2020

 

Ngainun Naim

 


Minggu sore pukul 14.30 Habib Wakhidatul Ikhtiar, tetangga yang juga pengurus Mushola Al-Ikhlas Desa Parakan Trenggalek kirim WA. Beliau bertanya apakah saya sudah sampai di rumah karena rencananya hari Minggu 1 November 2020 setelah shalat magrib akan diadakah peringatan Maulid Nabi. Saya diminta memberikan sedikit pengantar untuk acara tersebut.

Saya sedang berada di Tulungagung bersama keluarga. Karena WA tersebut saya memberitahukan istri untuk segera bersiap pulang. Bagaimana pun juga, acara di Mushola tersebut sangat penting. Meskipun sesungguhnya saya kurang menyukai ceramah agama karena pengetahuan saya yang terbatas, dalam kondisi terpaksa saya harus melakukannya. Paling tidak di lingkungan saya sendiri.

Tepat menjelang shalat magrib kami sekeluarga sampai di rumah. Rasanya lega sekali. Paling tidak saya bisa ikut berkontribusi di Mushola yang letaknya hanya selemparan batu dari rumah tempat saya tinggal tersebut.

Usai acara di mushola saya bergegas pulang. Saya lihat di meja ada amplop coklat. Saya hapal pasti kiriman buku. Perlahan saya baca buntelan tersebut. Pengirimnya Haji Mukminin, seorang guru multiprofesi dari Lamongan Jawa Timur.

Segera amplop saya buka. Ada dua judul buku di dalamnya. Buku pertama karya Suharto, S.Ag., M.Pd., dengan judul GBS Menyerangku (Kisah Nyata Seorang Guru Bergulat Melawan Penyakit Langka dengan Menulis). Buku ini memang sengaja saya pesan kepada beliau karena isinya yang inspiratif. Buku kedua sebanyak dua eksemplar merupakan buku antologi. Judulnya Antologi Kisah Inspiratif Sang Guru dalam Menulis Bersama Omjay. Di buku kedua ini kebetulan saya memberikan kata pengantar. Kedua buku ini diterbitkan oleh Kamila Press milik H. Mukminin. 


 

Secara pribadi saya belum pernah bertemu muka dengan H. Mukminin. Perbincangan kami lakukan via WA. Literasi yang mempertemukan kami. Literasi yang membuat kami menjadi sahabat.

Sebagaimana berkali-kali saya tulis, literasi sungguh memiliki manfaat yang sangat besar dalam kehidupan personal saya. Lewat aktivitas literasi, saya mendapatkan banyak hal yang seringkali tidak terduga. Persahabatannya saya dengan H. Mukminin adalah berkah literasi yang harus saya syukuri.

Kini kedua buku ini sedang menunggu giliran untuk saya nikmati. Hidup ini rasanya begitu indah karena persahabatan dan dunia buku. Terima kasih untuk H. Mukminin atas kiriman bukunya. Semoga menjadi amal jariyah dan barakah buat Bapak.

 

Trenggalek—Tulungagung, 1-2 November 2020

14 komentar:

  1. Aamiin. Terima kasih kembali ustadz smg bermanfaat. Sy terus ngangsu ilmu lwt tulisan Panjenengan. Dan terima kasih atas pengantarnya.Mhn maaf ralat Penerbit sy Kamila Press sy ceetakkan ke Pustaka Ilalang kebetulanteman. Suwun
    MH

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin. Terima kasih Pak Haji. Sudah saya revisi.

      Hapus
  2. Assalamualaikum, perkenalkan saya Suharto yang sedang belajar menulis. Maaf jika tulisannya kurang bagus. Hanya itu yang saya bisa. Yang jelas semakin saya menyelam semakin tahu luasnya samudera kehidupan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Waalaikumsalam Pak. Terima kasih. Saya juga belajar dan menikmati buku Bapak. Saya bacanya "ngemil" saat sibuk dengan aktivitas kantor. Selamat ya Pak atas bukunya yang inspiratif. Semoga Bapak segera sembuh.

      Hapus
  3. Barokahnya ngurusi dunia literasi prof...

    BalasHapus
  4. Indahnya persahabatan dalam dunia literasi yg saling memahami.

    BalasHapus
  5. Smoga prof ngainun naim senantiasa dlm limpahan rohmat taufik dan hifayah Nya dan terus berkarya. Dan lumeber ilmunya kpd kita semua amiin. Trimakasih prif atas bimbingan .

    BalasHapus
  6. Banyak memberikan inspirasi Pak Doktor, layak sebagai pejuang literasi yang ikhlas

    BalasHapus

Diberdayakan oleh Blogger.