Menulis tentang Orang Tua (3)

Maret 15, 2021

 Ngainun Naim

Persoalan yang sering diajukan kepada saya biasanya adalah mau menulis tentang apa. Banyak para guru yang bingung mau menulis apa saat saya ajak untuk menulis buku. Nah, menulis kisah orang tua adalah salah satu sumber ide yang sangat kaya. Kita memiliki kekayaan pengetahuan dan pengalaman terkait orang tua. Kita bisa menuliskan kisah-kisah tentang beliau berdua tanpa kehabisan ide.

Tulis saja judul demi judul dari kisah yang diingat. Misalnya, kisah tentang bagaimana orang tua kita mengajarkan disiplin, mengajarkan ibadah, dan banyak hal yang lainnya. Masing-masing judul bisa dibuat dalam 2-5 halaman. Ketika dirasa sudah cukup, misalnya sebanyak 25 judul, segera disusun menjadi buku. Dibuatkan judul yang menarik, diberi kata pengantar, disusun daftar isinya, dibuatkan biodata kita sebagai penulis, dan dibuatkan sinopsis di halaman cover bagian belakang. Diedit secukupnya lalu diterbitkan.

Jangan membayangkan untuk diterbitkan di penerbit mayor. Tentu kisah orang tua kita kurang memiliki nilai jual. Selain itu, pengalaman menghasilkan karya yang belum banyak biasanya membuat karya tulis kita belum memenuhi standar tulisan versi penerbit mayor. Cukup dicetak terbatas di penerbit indie. Sebagai dokumentasi tentu kisah orang tua kita memiliki makna yang sangat penting bagi kehidupan kita sekeluarga.

Sesungguhnya ide menulis buku itu sangat kaya. Menulis kisah orang tua juga sumber ide. Buat pembaca sekalian, termasuk para guru yang sekarang ini didorong untuk menulis dan menerbitkan buku, bisa mengambil ide menulis tentang orang tua. Sangat disayangkan jika sumber ide yang tersedia dibiarkan begitu saja. Jadi, ayo tulis kisah hidup orang tua kita. Yakinlah sangat besar manfaatnya. Salam.

16 komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.