Jejak Awal Menulis Buku

Januari 26, 2024



Ngainun Naim

 

Dunia menulis sudah menarik minat sejak saya masih duduk di bangku sekolah dasar. Ketertarikan ini berawal dari kebiasaan membaca. Saat kecil, ada majalah yang dilanggan oleh Bapak. Rubrik anak-anak di majalah itu menjadi menu wajib untuk dibaca.

 

Sering membaca majalah membuat saya memiliki imajinasi untuk menjadi seorang penulis. Tentu sebatas imajinasi tanpa tahu bagaimana cara mewujudkannya.

 

Seiring perjalanan waktu, imajinasi menjadi penulis semakin mengkristal. Sesungguhnya jalannya cukup panjang. Banyak hambatan dan tantangan. Menulis ternyata tidak mudah. Satu halaman saja sangat sulit untuk diselesaikan.

 

Namun seiring waktu, menulis semakin mudah saya lakukan. Tentu tidak selalu mudah. Kadang juga sulit, bahkan sangat sulit. Saya sungguh bersyukur bisa menekuni jalan menjadi seorang penulis ini.

 

Awalnya saya menulis artikel, esai, cerpen, dan resensi buku. Ada cukup banyak tulisan yang saya buat. Saya tidak menghitung. Jadi tidak tahu jumlah pastinya.

 

Asumsi saya ada ribuan tulisan yang sudah saya hasilkan. Dari jumlah itu, sebagian besar tidak dimuat ke media cetak, sementara yang berhasil lolos hanya sebagian kecil saja.

 

Meskipun demikian, saya terus menulis. Saya kira satu energi yang menjadi pendorongnya, yaitu honor. Zaman itu, kisaran akhir tahun 1990-an, honor tulisan cukup menjanjikan. Satu artikel di sebuah koran seperti Surabaya Post, bisa untuk membayar SPP kuliah selama satu semester. Sebuah jumlah yang sangat besar bagi mahasiswa seperti saya.

 

Semakin banyak tulisan dikirim, peluang terbit semakin besar. Itu artinya, kuliah dan kebutuhan hidup sehari-hari bisa teratasi. Maklum, kondisi ekonomi keluarga di zaman itu memang mengharuskan saya berjuang keras agar kuliah tetap berjalan. Menulis menjadi pilihan terbaik karena ini adalah aktivitas yang saya sukai.

 

Mencari rezeki dari jalur lain rasanya saya tidak mampu. Pernah jualan koran, jualan susu segar, les privat, dan sejenisnya tetapi tidak mampu bertahan lama. Menulis bisa menjadi penyelamat kuliah.

 

Ketika saya menjadi dosen di STAIN Tulungagung mulai muncul pemikiran untuk menulis buku. Sama seperti ketika awal menulis artikel, saya tidak tahu caranya. Namun keinginan menulis buku terus muncul.

 

Suatu ketika ada tawaran untuk menerbitkan buku bersama. Di bawah koordinasi Drs. Akhyak, M.Ag (sekarang Prof. Dr. H. Akhyak, M.Ag), saya menulis sebuah tulisan panjang. Judulnya ”Krisis dalam Dunia Pendidikan, Dimensi Kemanusiaan, dan Pengembangan Nalar Spiritual”. Panjang tulisan sekitar 25 A4 halaman spasi ganda.

 

Ini merupakan tulisan panjang pertama saya. Tulisan ini menjadi penanda dan pembuka saya untuk menulis buku. Ya, kebiasaan menulis pendek menjadi modal penting untuk menulis buku.

 

Setelah melalui berbagai tahapan buku akhirnya terbit. Judulnya adalah Meniti Jalan Pendidikan Islam. Buku ini diterbitkan oleh Pustaka Pelajar Yogyakarta. Sebuah buku cukup tebal yang menjadi kenangan tentang bagaimana saya belajar menulis.

 

Buku ini sampai sekarang masih tersedia beberapa eksemplar. Bagi pembaca yang berminat bisa japri ke nomor WA 081311124546 dengan mengganti ongkos kirim.

 

Tulungagung, 26 Januari 2024

12 komentar:

  1. Luar biasa. Selalu menginspirasi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah. Terima kasih Pak Haji yang setia membaca catatan sederhana saya dan meninggalkan komentar. Semoga sehat selalu.

      Hapus
  2. Keren prof, bisa dijadikan inspirasi bagi penulis pemula

    BalasHapus
  3. Subhanalloh...terinspirasi ...prof ...

    BalasHapus
  4. Mantap banget mas Prof. Sangat menginspirasi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Matur sembah nuwun Bapa. Namung kagem ngemut nalika bibinahu nyerat

      Hapus
  5. "Panjenengan Piyantuun e Hebaatt Pak Prof.Ainun Naim..." Luar Biasa..!!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Biasa saja. Sekadar belajar dan bersyukur. Terima kasih berkenan mengunjungi blog sederhana ini.

      Hapus
  6. Siap dan mau bukunya Prof. naim. Sdh sy japri di WA Panjenengan. Matut nuwun

    BalasHapus

Diberdayakan oleh Blogger.