Dipaksa, Terpaksa, Terbiasa

Februari 24, 2024



Ngainun Naim

 

Menulis itu sulit. Jika dikatakan bahwa menulis itu mudah, ada prasyarat yang harus dipenuhi. Jika prasyaratnya tidak terpenuhi, menulis akan tetap sulit.

Ini penting untuk dipahami. Jika Anda membaca buku yang intinya menyatakan bahwa menulis itu mudah jangan langsung percaya. Baca bukunya, cermati, kritisi, dan praktikkan. Di situ akan teruji mudah atau sulitnya.

Menulis itu merupakan proses panjang yang berkelanjutan. Dalam perjalanannya, ada dinamika. Tidak selalu lancar. Mereka yang hari ini sukses menjadi penulis adalah yang gigih berjuang menundukkan hambatan dan tantangan.

Persoalannya, ada "jurang" antara idealitas sebagai penulis dengan proses untuk menjadi penulis. Jurang ini yang, sejauh pengamatan, acapkali kurang diperhatikan. Fokus mereka yang ingin menjadi penulis bukan pada proses tetapi pada hasil.

Padahal, proses ini harus dijalani. Tidak ada jalan pintas untuk menjadi seorang penulis. Jika menggunakan jalan pintas bisa dipastikan jalan yang ditempuh tidak benar.

Jadi ya harus berproses secara natural. Rajin berlatih menulis setiap hari. Jika dijalani secara konsisten, proses kepenulisan akan memberikan hasil sesuai harapan, bahkan melampaui harapan.

Menulis bisa mudah jika sudah terbiasa. Membangun kebiasaan untuk menulis yang tidak selalu mudah. Salah satu cara yang bisa dipilih adalah memaksa diri.

Idealnya motivasi menulis dari diri sendiri. Namun ini tidak selalu mudah. Kadang saat malas, tidak ada energi yang menggerakkan untuk menulis.

Bergabung dengan komunitas yang mewajibkan anggotanya menulis sesungguhnya cukup efektif dalam membangun kebiasaan menulis. Mungkin awalnya terpaksa tetapi lama-lama akan terbiasa.

Kuncinya ada pada diri masing-masing. Jika komitmen dan niat untuk menulis kuat, menulis akan selalu diupayakan. Sementara jika niatnya tidak kuat, di grup juga menjadi "silent reader". Tidak ada tulisan yang dihasilkan. Seiring waktu, cepat atau lambat ia akan tersingkir.

Hidup memang pilihan. Hanya mereka yang memiliki komitmen dan niat kuat yang akan sukses. Ini berlaku dalam banyak bidang kehidupan, termasuk menulis.

 

Kediri, 24 Februari 2024

10 komentar:

  1. Setuju sekali Pak....
    Terima kasih selalu mengingatkan.

    BalasHapus
  2. Setuju banget. Matur nuwun Prof.

    BalasHapus
  3. Sepakat sekali pernyataan yang disampaikan Prof , "Bergabung dengan komunitas yang mewajibkan anggotanya menulis sesungguhnya cukup efektif dalam membangun kebiasaan menulis. Mungkin awalnya terpaksa tetapi lama-lama akan terbiasa."

    Saya telah membuktikannya. Terima kasih inspirasinya Prof

    BalasHapus
  4. Setuju Prof bahwa menulis adalah proses yang panjang. Mulai dari membaca, menemukan ide hingga proses menulis yang tidak mulus juga. Adakalanya proses menulisnya pun harus berhadapan dengan kesulitan dalam merangkai kalimat agar menjadi paragraf yang runtut. Tetapi, hal yang paling utama dalam proses menulis adalah komitmen diri untuk memaksakan diri menundukkan hambatan dan tantangan menulis, sebagaimana yang Prof tulis. Terimakasih atas tulisan yang bergizi ini

    BalasHapus
  5. Sangat memotivasi dan memantik kesadaran diri untuk terus menulis prof. Terima kasih.

    BalasHapus

Diberdayakan oleh Blogger.