10 Menit

Juni 09, 2015

Oleh Ngainun Naim


Seorang teman mengeluh betapa sulitnya membuat artikel jurnal. Ia menyatakan bahwa menulis sebuah artikel jurnal itu membutuhkan energi yang berlipat-lipat. Mungkin dua kali atau tiga kali lipat jika dibandingkan dengan membuat artikel ilmiah populer atau jenis tulisan fiksi. Karena besarnya energi yang diperlukan, tidak jarang ia berhenti di tengah jalan karena kehabisan energi atau kehabisan bahan untuk ditulis.
Saya hanya tersenyum mendengar apa yang dikatakannya. Saya juga mengalami hal yang sama. Dan sepenuhnya saya setuju dengan apa yang dikatakannya. Jadi, kami memiliki persoalan yang sesungguhnya tidak jauh berbeda.
Terus bagaimana? Ya harus mencari solusi. Saya pun mencari-cari referensi dan membaca pengalaman para intelektual yang telah menulis puluhan artikel di berbagai jurnal bergengsi. Dalam proses ini, saya menemukan sebuah status seorang penulis perempuan. Kebetulan topiknya hampir sama, yaitu tentang menulis artikel ilmiah. Kata beliau, memang menulis artikel ilmiah membutuhkan energi besar. Tetapi mereka yang telah terlatih ternyata dapat membuatnya dengan enak dan santai.
Kuncinya adalah komitmen dan sering berlatih. Komitmen menjadi energi dasar yang mampu menggerakkan seseorang untuk terus menulis. Sementara sering berlatih akan membuat aktivitas menulis yang awalnya berat dan sulit menjadi mudah.
Penulis tersebut kemudian menyarankan agar kita terbiasa menyisihkan waktu—katakan 10 menit—setiap hari untuk menulis. Ya, cukup 10 menit. Jika ini dimanfaatkan secara rutin maka membuat artikel ilmiah untuk jurnal bukan lagi persoalan yang berat. Sangat mungkin dari 10 menit setiap hari tersebut akan dihasilkan satu artikel untuk jurnal atau konferensi yang serius.

Tulungagung, 9 Juni 2015


14 komentar:

  1. Sepuluh menit yang istiqamah. Terima kasih pak...

    BalasHapus
  2. Makasih Pak Naim, rajin menulis adalah cara terbaik mengumpulkan energi menulis.

    BalasHapus
  3. Terimakasih Pak Ngainun atas tipsnya

    BalasHapus
  4. 10 menit yg bisa menjadikan 10 karya bahkan lebih...terima kasih tipsnya pak

    BalasHapus
  5. Tips yang luar biasa, pak. Hanya dalam waktu 10 menit jika serius dan konsentrasi maka 1 karya akan jadi.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Begitulah Bu. Jika serius, 10 menit akan mampu menghasilkan karya

      Hapus
  6. Memang ya, kalau sudah penulis haibat 10 menit bisa jadi tulisan luar biasa,. Itupun mbacanya enak, renyah & ngalir.. nderek blajar prof

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semuanya butuh proses. Mari belajar dengan praktik menulis.

      Hapus
  7. Alhamdulillah memanfaatkan waktu sedikit saja untuk hal yang produktif

    BalasHapus
  8. Esensinya sama dengan apa yang pernah disampaikan dosen favorite namun sedikit kejam (bukan kejam, tapi tegas). Seperti ini dawuhnya, "Kalian itu kalau mau cepat selesai menulis skripsi, minimal menulislah 1-5 lembar per-hari. Dapat 2 lembar sehari, itu saja sudah bagus!". Begitu kiranya beliau memberikan nasihat kepada mahasiswanya yang sebentar lagi masuk semester tua. Jadi, mau atau tidak mau, diri harus dipaksa berpraktek agar supaya terbiasa. Jika ingin lihai menulis, menyusun kata-demi kata menjadi kalimat yang padu-padan, ya dimulai dengan "ngrekso" untuk menulis. Kapan pun dan dimana pun. Sisakan sedikit saja waktunya untuk menulis.

    Dawuh Pak Munawan, M.H
    Catatan menuju semester tua, dari mahasiswa yang menuju kepada usia itu juga (tua).

    BalasHapus

Diberdayakan oleh Blogger.