Merekam Fenomena dalam Catatan

Juli 09, 2020

Ngainun Naim


Literasi—membaca dan menulis—adalah penanda peradaban. Peradaban yang maju ditopang oleh tradisi literasi yang kuat dari masyarakat. Segala sesuatu ditulis, dikembangkan, dan disebarluaskan agar memberikan manfaat sebesar-besarnya kepada masyarakat. Sementara peradaban yang belum maju biasanya lemah dari sisi literasi. Membaca dan menulis dianggap sebagai barang mewah. Hanya mereka yang terdidik saja yang berhak melakukannya. Padahal, mereka yang terdidik belum tentu juga memiliki tradisi membaca dan menulis.
Indonesia tampaknya merupakan negara yang aspek literasinya masih harus terus didongkrak. Dibandingkan dengan negara-negara lain, posisi kita relatif tertinggal. Dibandingkan dengan banyak negara lain di dunia, posisi kita selalu berada di urutan buncit. Literasi menjadi faktor yang cukup menentukan kualitas. Karena itu tidak ada pilihan lain selain membangun budaya literasi agar kita menjadi bangsa yang semakin maju.
Membangun budaya literasi itu bukan pekerjaan yang bersifat instan. Jika ingin membangun budaya literasi maka harus dilakukan secara serius, sistematis, dan berkelanjutan. Cara semacam ini memungkinkan literasi akan terbangun dan menjadi budaya, meskipun untuk itu dibutuhkan waktu yang lama.
Berbagai upaya membangun budaya literasi terus digalakkan. Upaya ini secara sederhana bisa dibagi menjadi dua, yaitu mempersiapkan prasarana pendukung dan melakukan berbagai langkah strategis untuk membangun budaya. Sinergi kedua langkah ini diharapkan bisa menumbuhkan budaya literasi. Adapun langkah strategis untuk membangun budaya literasi dilakukan dalam banyak cara. Salah satu cara yang bisa saya lakukan adalah menulis via blog yang terus saya kampanyekan lewat berbagai grup WA.
Banyak pertanyaan muncul terkait dengan bagaimana proses menulis, khususnya tentang apa yang akan ditulis. Jawaban atas pertanyaan ini sesungguhnya sangat sederhana, yaitu tulislah apa yang kamu ketahui. Tidak perlu menulis sesuatu yang rumit, kompleks, dan sulit untuk ditulis. Tulisan yang baik adalah tulisan yang mudah dipahami.
Ada begitu banyak hal yang bisa ditulis. Perjalanan sebuah kegiatan—misalnya—merupakan sumber ide yang melimpah. Pertemuan dengan masyarakat, pelaksanaan sebuah program, kesan, kenangan, dan banyak hal lainnya adalah sumber ide yang melimpah. Semua sumber ide itu harus segera ditangkap, diolah, dan ditulis agar tidak segera lupa. Menunda menulis bukan hal yang baik karena akan segera hilang dari ingatan.
Menulis sesungguhnya merupakan upaya kreatif untuk mengikat pengamatan dalam kenangan. Apa yang tertulis sifatnya lebih abadi daripada apa yang terucap. Gambar di HP, misalnya, adalah kenangan dan dokumentasi yang penting. Meskipun demikian, gambar tersebut tidak berbicara apa-apa. Hanya pelakunya saja yang mengingatnya. Sementara orang lain tidak paham dan melupakannya. Tentu kondisinya berbeda dengan tulisan yang membuat orang yang tidak mengalami pun bisa memahami secara baik.

Tulungagung, 9 Juli 2020

34 komentar:

  1. Dari situlah saya belajar menulis. Saya berani menulis dr motivasi Ustadz Naim.

    BalasHapus
  2. Memotret Webinar dengan menulis. Saking banyaknya Webinar di era pandemi, menulisnya terabaikan. Terimakasih pengingatnya prof. Menginspirasi tiada henti.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sekadar saling mengingatkan tentang pentingnya merekam fenomena dalam tulisan

      Hapus
  3. membaca tulisan ini berasa menulis jadi mudah ...
    terima kasih pak...

    BalasHapus
  4. Terimakasih atas ilmunya Pk
    Top markotop deh

    BalasHapus
  5. Luar biasa pak
    Selalu menginspirasi.

    BalasHapus
  6. Terima kasih informasinya pak, menginspirasi..

    BalasHapus
  7. Mantab ustadz, salam literasi

    BalasHapus
  8. Tulisan prof. Naim sangat renyah. Sehingga membuat saya harus belajar dengan 3 M. Memulai dari diri sendiri, memulai dari yang mudah, dan memulai dari sekarang juga.

    BalasHapus
  9. benar benar spirit literasi, teruslah memberikan motivasi kepada kami yang masih taraf belajar

    BalasHapus
  10. Semoga sy bisa merekam fenomena sekitar dlm sebuah catatan.

    BalasHapus
  11. Siapa STM.Ilmunya sgt bermanfaat

    BalasHapus
  12. menulislah dari apa yg kamu sukai dan kuasai

    BalasHapus
  13. Menulis itu titik....trims prof

    BalasHapus

Diberdayakan oleh Blogger.